Komunikasi produktif.
Dikarenakan hari ini hari sabtu, kebetulan saya lbur ngajar, dan kbetulan semalam saya lagi sakit jadi teh taza mainnya sama abi nya😍
pagi ini seperti biasa teh taza harus berangkat sekolah.
" teh bangun, udah siang, teteh sekolah kan hari ini?"
"Iya mi (bicara tapi tak beranjak bangun)."
"umi nya masih ga enak badan teh, teteh mandinya ga ditemenin ya, umi udah bikin air panas buat mandinya" ucap saya sambil kembali tiduran(krn kondisi yang tak memungkinkan untuk beraktivitas).
"iya umi" sambil melemparkan bantal ke sisi kasurnya.
"knapa dilempar teh???tanya saya padanya. "ga teteh mah"
"teteh mau mandinya pake air dingin atau hangat???" saya mencoba memberikan pilihan kepada dia, biar cemberutnya ilang).
"mau pake air anget ja mi soalnya dingin" ucapnya sambil bergegas ke kamar mandi. mungkin karena saya lagi sakit, kbetulan cicantik.
(biasanya kalau saya nyuruh mandi pasti selalu dihiasi dengan amarah😁karena taza memang suka susah kalau disuruh mandi pagi). tapi kali ini saya belajar menahan emosi dan memberikan pilihan pada anak agar dia mau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.
setelah beberapa saat selesai mandi. saya mencoba memeberikan pujian. "alhamdulillah teh taza mandinya hebat ya, kelihatan bersinya😁"( mencoba menghibur,
mudah mudahan bisa jadi motivasi agar teh taza kalau disuruh mandi ga susah lagi)
By Hana Nurul Paujiah
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Sabtu, 08 September 2018
Jumat, 07 September 2018
Tantangan hari ke 2 di komunikasi produktif😍
KOMUNIKASI PRODUKTIF
ok, ketemu lagi ni sama saya di tantangan kelas bunda sayang level 1.
pada hari ke 2 ini saya akan belajar bagaimana saya bisa mengungkapkan keinginan saya terhadap anak gadis saya.
Tepatnya bada ashar saya pulang dari rutinitas saya sehari hari yaitu sebagai pengajar (biasanya pulang jam 12, krn ada keperluan jd pulangnya agak sore).
"umiiiiiiiii!!!" teriakan c gadis sholehah ketika saya tiba drumah neneknya,
"eh teteh" ucap saya.
"umi tadi teteh pulangnya langsung ke rumah afi (kakak sepupunya)" lanjutnya sambil melihat-lihat tas yang di tengteng.
"soalnya nenek nya lagi sakit jd teteh takut ganggu nenek, "ucap si gadis sholehahku!!!oh iya gpp hebat ya teteh ngerti" ucap saya sambil memeberikan senyuman kepadanya.
"ada pr ga disekolah???" tanya saya.
"ada mi, tp dikerjainnya nanti bareng umi ja"
"ok" jawab saya semangat, krn itu bisa jd bahan narasi saya untuk tugas di hari ke 2😁.
tiba waktunya saya menemani taza mengerjakan pr.
" teh pr nya yang mna coba keluarin bukunya"
"pr nya ada 2 umi, yang satu dngnya lagi buku elok"
"kita kerjakan dulu yang buku paket ya teh, coba buka halaman yang mna"
"ini mi yg mewarnai bentuk lingkaran. "
"ok kita baca dulu ya, karena umi ingin teteh baca nya makin lancar"ucap saya sambil mengajarkan taza membaca pertanyaan-pertanyaan yang ada dibuku pr nya.
"ok, jadi tugasnya teteh mewarnai huruf yang tadi tteh sebutkan ya!" (sambil saya melihat taza mengerjakan pr saya ajak taza bicara).
"ih kalau mewarnai nya keluar garis bagus ga teh??tanya saya padanya.
" ga mi😂"jawab si gadis sambil nyengir krn kebetulan dia mewarnainya keluar garis. "kalau yg ke 2 teteh mewarnainya ga bakalan keluar garis ya mi."
"ok alhamdulillah teteh mau memperbaiki kesalahan teteh"
setelah beberapa saat selesai mengerjakan pr yang di buku paket lanjut ke buku elok.
"umi ini teteh udah ngerjain tapi baru 3baris, tapi bener kan mi gini nulisnya??"
tanya si gadis.
"iya tuh alhamdulillah tth bisa nulis rapi😊."
Sebetulnya kalau saya nemenin taza ngerjain pr pasti bawaannya ga sabaran
dan selalu keluar nada yang tak enak di dengar😁malum emaknya agak pemarah. tapi di komunikasi produktif ini saya sedikit sedikit belajar, bukan tentang berkomunikasi saja, melainkan tentang kesabaran dalam menemani buah hati.
sekian cerita saya yang singkat ini, mudah mudah saya mampu istiqomah dalam mengaplikasikannya di dalam keseharian.
By Hana Nurul Paujiah
#hari2
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
pada hari ke 2 ini saya akan belajar bagaimana saya bisa mengungkapkan keinginan saya terhadap anak gadis saya.
Tepatnya bada ashar saya pulang dari rutinitas saya sehari hari yaitu sebagai pengajar (biasanya pulang jam 12, krn ada keperluan jd pulangnya agak sore).
"umiiiiiiiii!!!" teriakan c gadis sholehah ketika saya tiba drumah neneknya,
"eh teteh" ucap saya.
"umi tadi teteh pulangnya langsung ke rumah afi (kakak sepupunya)" lanjutnya sambil melihat-lihat tas yang di tengteng.
"soalnya nenek nya lagi sakit jd teteh takut ganggu nenek, "ucap si gadis sholehahku!!!oh iya gpp hebat ya teteh ngerti" ucap saya sambil memeberikan senyuman kepadanya.
"ada pr ga disekolah???" tanya saya.
"ada mi, tp dikerjainnya nanti bareng umi ja"
"ok" jawab saya semangat, krn itu bisa jd bahan narasi saya untuk tugas di hari ke 2😁.
tiba waktunya saya menemani taza mengerjakan pr.
" teh pr nya yang mna coba keluarin bukunya"
"pr nya ada 2 umi, yang satu dngnya lagi buku elok"
"kita kerjakan dulu yang buku paket ya teh, coba buka halaman yang mna"
"ini mi yg mewarnai bentuk lingkaran. "
"ok kita baca dulu ya, karena umi ingin teteh baca nya makin lancar"ucap saya sambil mengajarkan taza membaca pertanyaan-pertanyaan yang ada dibuku pr nya.
"ok, jadi tugasnya teteh mewarnai huruf yang tadi tteh sebutkan ya!" (sambil saya melihat taza mengerjakan pr saya ajak taza bicara).
"ih kalau mewarnai nya keluar garis bagus ga teh??tanya saya padanya.
" ga mi😂"jawab si gadis sambil nyengir krn kebetulan dia mewarnainya keluar garis. "kalau yg ke 2 teteh mewarnainya ga bakalan keluar garis ya mi."
"ok alhamdulillah teteh mau memperbaiki kesalahan teteh"
setelah beberapa saat selesai mengerjakan pr yang di buku paket lanjut ke buku elok.
"umi ini teteh udah ngerjain tapi baru 3baris, tapi bener kan mi gini nulisnya??"
tanya si gadis.
"iya tuh alhamdulillah tth bisa nulis rapi😊."
Sebetulnya kalau saya nemenin taza ngerjain pr pasti bawaannya ga sabaran
dan selalu keluar nada yang tak enak di dengar😁malum emaknya agak pemarah. tapi di komunikasi produktif ini saya sedikit sedikit belajar, bukan tentang berkomunikasi saja, melainkan tentang kesabaran dalam menemani buah hati.
sekian cerita saya yang singkat ini, mudah mudah saya mampu istiqomah dalam mengaplikasikannya di dalam keseharian.
By Hana Nurul Paujiah
#hari2
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Kamis, 06 September 2018
Tantangan Bunsay level 1
KOMUNIKASI PRODUKTIF
Hari pertama di komunikasi produktif😍
Dalam tantangan ini saya memilih seorang partner yaitu anak saya yang pertama, karena selama ini saya merasa terlalu otoriter dalam mendidiknya, sehingga si anakpun cenderung tidak mau mendengarkan apa yang saya perintahkan😐
Jadi kesempatan ini saya akan mulai belajar untuk bisa memperbaiki cara berkomunikasi saya terhadap anak.
Ok, kita akan mulai menjalankan tantangan di hari pertama, dengan memulai membuat jadwal untuk berkomunikasi. Saya dan si sulung sudah sepakat untuk menemani belajar atau mengerjakan PR sekolah pada jam setengah 7 tepatnya bada magrib.
"Teh ada pr ga???" tanya umi,
"Ada mi tapi udah dikerjain tadi pulang sekolah sama alfi (kaka sepupunya yang kebetulan satu kelas)"
karena, setiap hari ada rutinitas yaitu harus mengajar. jadi Taza pulang sekolah dijemput wawa nya☺(Kaka sepupu Suami).
"Oh, udah ya!!, alhamdulillah teteh rajin ya karena mau ngerjain PR tanpa ditemenin umi sama abi"
"iya mi soalnya kalau malem teteh nya gak kuat ngantuk" jawab Taza
"Iya gapapa tapi sebelum tidur teteh mau kan baca iqro dulu" mencoba memberi tawaran, kalau biasanya sih menggunakan kata perintah.
"??emm iya atuh ( sambil bibir cemberut krn mungkin dia sudah ngantuk)"
"Kenapa cemberut??" Diteruskan mencoba perhatian "taza ga mau baca???"
"kalau ga mau ga papa umi ga maksa" mencoba menahan ekspresi, karena biasanya ekspresi saya judes😃).
"Ya, Teteh mau baca" sedikit cemberut
"Yu, kita mulai ya!" Mencoba memulai
" baca bismillah dulu"
Dengn meneruskan, sekarang mencoba mengungkapkan perasan
"Umi seneng kalau teh taza mau baca iqro setiap hari, jdi nanti bisa cepet bisa baca alqurannya☺." Sambil mengelus
"Iya umi tth nanti baca iqronya setiap hari ya☺"
"Yess," gumam dihati senang😇😚
Walaupun ceritanya singkat, di sini saya belajar untuk selalu bisa menahan emosi ketika anak anak belum bisa nurut dengan perintah kita😍
Tunggu kelanjutan dari komunikasi saya dengan sisulung ya😁
By Hana Nurul Paujiah
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Hari pertama di komunikasi produktif😍
Dalam tantangan ini saya memilih seorang partner yaitu anak saya yang pertama, karena selama ini saya merasa terlalu otoriter dalam mendidiknya, sehingga si anakpun cenderung tidak mau mendengarkan apa yang saya perintahkan😐
Jadi kesempatan ini saya akan mulai belajar untuk bisa memperbaiki cara berkomunikasi saya terhadap anak.
Ok, kita akan mulai menjalankan tantangan di hari pertama, dengan memulai membuat jadwal untuk berkomunikasi. Saya dan si sulung sudah sepakat untuk menemani belajar atau mengerjakan PR sekolah pada jam setengah 7 tepatnya bada magrib.
"Teh ada pr ga???" tanya umi,
"Ada mi tapi udah dikerjain tadi pulang sekolah sama alfi (kaka sepupunya yang kebetulan satu kelas)"
karena, setiap hari ada rutinitas yaitu harus mengajar. jadi Taza pulang sekolah dijemput wawa nya☺(Kaka sepupu Suami).
"Oh, udah ya!!, alhamdulillah teteh rajin ya karena mau ngerjain PR tanpa ditemenin umi sama abi"
"iya mi soalnya kalau malem teteh nya gak kuat ngantuk" jawab Taza
"Iya gapapa tapi sebelum tidur teteh mau kan baca iqro dulu" mencoba memberi tawaran, kalau biasanya sih menggunakan kata perintah.
"??emm iya atuh ( sambil bibir cemberut krn mungkin dia sudah ngantuk)"
"Kenapa cemberut??" Diteruskan mencoba perhatian "taza ga mau baca???"
"kalau ga mau ga papa umi ga maksa" mencoba menahan ekspresi, karena biasanya ekspresi saya judes😃).
"Ya, Teteh mau baca" sedikit cemberut
"Yu, kita mulai ya!" Mencoba memulai
" baca bismillah dulu"
Dengn meneruskan, sekarang mencoba mengungkapkan perasan
"Umi seneng kalau teh taza mau baca iqro setiap hari, jdi nanti bisa cepet bisa baca alqurannya☺." Sambil mengelus
"Iya umi tth nanti baca iqronya setiap hari ya☺"
"Yess," gumam dihati senang😇😚
Walaupun ceritanya singkat, di sini saya belajar untuk selalu bisa menahan emosi ketika anak anak belum bisa nurut dengan perintah kita😍
Tunggu kelanjutan dari komunikasi saya dengan sisulung ya😁
By Hana Nurul Paujiah
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Rabu, 01 Oktober 2014
MUNAFIK dan AIR
وَمِنَ النَّاسِ
مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ
وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ
وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
8. di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS Albaqoroh Ayat 8)
مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ
وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ
وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
Tentu ada sifat dan fenomena yang dapat menjadikan kita cerminnan.
Dikala sang munafik mukanya selentur lidahnya. dia dapat menyerupai apapun dan siapapun dengan percaya diri, tanpa ada keraguan ia akan menipudaya yang ada dihadapanya, menyerupai dan mengakui bahwa itulah dirinya. disaat ia berada dan berhadapan dengan siapa saja ia tanpa ragu berdusta apa ia katakan. dan siap mengumbar janji supaya orang lain percaya dan termakan oleh tipu daya nya. dan dasar munafik setiap kepercayaan yang kita berikan dengan mudahnya ia khianati.
sifat dan karakternya ia puji bahwa dirinya bak air, luwes bisa dan gampang bergaul beradaftasi dengan oranglain, dan dapat diterima dimana saja. sayang semuanya dengan tipu muslihat. bersama orang Muslim ia berkata aku muslim, berbeda saat mereka kembali kepada kelompoknya.
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
14. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok."
coba kita bandingkan dengan Sifat Air
Air di anugerahkan sifatnya oleh sang pencipta dengan mampu menempati segala ruang hingga ia dapat menyerupai dimana saja ia di tempatkan. Berada didalam botol gelas ia pun tanpa ragu untuk menyerupai dan beradaftasi dengan begitu maximal menempati semu ruang hingga bentuknya seperti gelas dan botol, namun satu bedanya air tidak pernah menyebutkan bahwa dirinya gelas atau botol. ia tetap berteriak dan bangga dirinya adalah Air yang ada dalam gelas dan botol. bukan air bukan botol. Kontras berbeda dengan sifat munafik ia akan menyebut dirinya botol atau gelas atau disemua tempat yang ia tempati. Ia akan menyebut dirinya saya botol dikala berada dibotol.
maka tidak harus mengaku dan menjadi orang Inggris kalau ingin bisa bahasa dan budaya Inggris. ingin mengetahui kehidupan hewan tidak harus menjadi hewan.
kalau nasihat ayah saya dalam bekerja "dimana kita ditempatkan disitu kita bisa mengerjakan",
tetap banggalah dan kuatkan dalam hati dan ucapkan ana muslim Qabla kuli syaiin. ini filter kita sebagai muslim. walahu a'lam bisshawab. rana
Sabtu, 26 Juli 2014
Tutup Telinga
Ada dua orang Allah tutup telinganya
1. karena Allah benci
2. karena Allah Cinta
|
لِنَجْعَلَهَا
لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ (12)
|
QS AL HAQAH
|
12
|
|
agar
kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga
yang mau mendengar.
|
|
|
|
|
|
|
|
وَلَقَدْ
ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا
يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا
يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ
الْغَافِلُونَ (179)
|
QS AL A’RAF
|
179
|
|
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk
isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati,
tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka
mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda
kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai
binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang
yang lalai.
|
|
|
|
وَإِذَا
تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا
كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7)
|
QS LUKMAN
|
7
|
|
Dan apabila dibacakan kepadanya
ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum
mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri
kabar gembiralah dia dengan adzab yang pedih.
|
|
|
|
|
|
|
|
وَإِنِّي
كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ
وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا (7)
|
QS NUH
|
7
|
|
Dan sesungguhnya setiap kali aku
menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan
anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke
mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
|
|
|
|
|
|
|
|
أَوْ
كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ
أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ
مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ (19)
|
QS ALBAQARAH
|
19
|
|
atau seperti (orang-orang yang
ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat;
mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar
suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang
kafir.
|
|
|
|
|
|
|
|
Mereka
berkata
|
|
|
|
وَقَالُوا
قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ
وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ (5)
|
QS FUSHILAT
|
5
|
|
Mereka berkata: "Hati kami
berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di
telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka
bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".
|
|
|
|
|
|
|
|
أَلَهُمْ
أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ
أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا قُلِ ادْعُوا
شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ (195)
|
QS AL A’RAF
|
195
|
|
Apakah berhala-berhala mempunyai
kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu
ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat
melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar?
Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu
Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan) ku, tanpa memberi
tangguh (kepada ku).
|
|
|
|
|
|
|
|
وَمَنْ
أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا
قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ
يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ
يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا (57)
|
QS ALKAHFI
|
57
|
|
Dan siapakah yang lebih dzalim
daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu
dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua
tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka,
(sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga
mereka; dan kendati pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka
tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya,
|
|
|
|
|
|
|
|
وَمِنْهُمْ
مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ
يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا
يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ
كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ (25)
|
QS AL AN’AM
|
25
|
|
Dan di antara mereka ada orang yang
mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati
mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya.
Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau
beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu,
orang-orang kafir itu berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah
dongengan orang-orang dahulu".
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
وَجَعَلْنَا
عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا
ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا
(46)
|
QS AL ISRA
|
46
|
|
dan Kami adakan tutupan di atas
hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat
memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, niscaya
mereka berpaling ke belakang karena bencinya.
|
|
|
|
|
|
|
|
أَفَلَمْ
يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ
آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى
الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (46)
|
QS ALHAJJ
|
46
|
|
maka apakah mereka tidak berjalan
di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat
memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat
mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada.
|
|
|
|
|
|
|
|
وَلَوْ
جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ
أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى
أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (44)
|
QS FUSHILAT
|
44
|
|
Dan jika Kami jadikan Al Qur'an itu
suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan:
"Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an)
dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an
itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan
orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan,
sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti)
orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".
|
|
|
|
|
|
|
|
ذَلِكَ
بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ
أَمْثَالَهُمْ (3)
|
QS MUHAMMAD
|
3
|
|
Mereka itulah orang-orang yang
dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya
penglihatan mereka.
|
|
|
|
|
|
|
|
BERBEDA DENGAN AYAT INI
|
|
|
|
إِذْ أَوَى
الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً
وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)
|
QS ALKAHFI
|
10
|
|
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda
itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: "Wahai
Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi
kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".
|
|
|
|
|
|
|
|
فَضَرَبْنَا
عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا (11)
|
QS ALKAHFI
|
11
|
|
Maka Kami tutup telinga
mereka beberapa tahun dalam gua itu,
|
|
|
|
|
|
|
|
وَرَبَطْنَا
عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا
(14)
|
QS ALKAHFI
|
14
|
|
dan Kami telah meneguhkan
hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: "Tuhan kami
adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain
Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat
jauh dari kebenaran".
|
|
|
|
|
|
|
|
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا
تَسْمَعُونَ (71)
|
Qs QOSOS
|
71
|
|
Katakanlah: "Terangkanlah
kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari
kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang
kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"
|
|
|
|
by Rana Setiana
|
|
|
URUTAN TURUN SURAT
DAFTAR NAMA SURAT DARI SEGI URUTAN PERISTIWA TURUNNYA
URUTAN TURUN
|
SURAT
|
URUTAN MUSHAF
|
AYAT
|
1
|
سورة العلق
|
96
|
19
|
2
|
سورة القلم
|
68
|
52
|
3
|
سورة المزمل
|
73
|
20
|
4
|
سورة المدّثر
|
74
|
56
|
5
|
سورة الفاتحة
|
1
|
7
|
6
|
سورة المسد
|
111
|
5
|
7
|
سورة التكوير
|
81
|
29
|
8
|
سورة الأعلى
|
87
|
19
|
9
|
سورة الليل
|
92
|
21
|
10
|
سورة الفجر
|
89
|
30
|
11
|
سورة الضحى
|
93
|
11
|
12
|
سورة الانشراح
|
94
|
8
|
13
|
سورة العصر
|
103
|
3
|
14
|
سورة العاديات
|
100
|
11
|
15
|
سورة الكوثر
|
108
|
3
|
16
|
سورة التكاثر
|
102
|
8
|
17
|
سورة الماعون
|
107
|
7
|
18
|
سورة الكافرون
|
109
|
6
|
19
|
سورة الفيل
|
105
|
5
|
20
|
سورة الفلق
|
113
|
5
|
21
|
سورة الناس
|
114
|
6
|
22
|
سورة الإخلاص
|
112
|
4
|
23
|
سورة والنجم
|
53
|
62
|
24
|
سورة عبس
|
80
|
42
|
25
|
سورة القدر
|
97
|
5
|
26
|
سورة والشمس
|
91
|
15
|
27
|
سورة البروج
|
85
|
22
|
28
|
سورة التين
|
95
|
8
|
29
|
سورة قريش
|
106
|
4
|
30
|
سورة القارعة
|
101
|
11
|
31
|
سورة القيامة
|
75
|
40
|
32
|
سورة الهمزة
|
104
|
9
|
33
|
سورة المرسلات
|
77
|
50
|
34
|
سورة ق
|
50
|
45
|
35
|
سورة البلد
|
90
|
20
|
36
|
سورة الطارق
|
86
|
17
|
37
|
سورة القمر
|
54
|
55
|
38
|
سورة ص
|
38
|
88
|
39
|
سورة الأعراف
|
7
|
206
|
40
|
سورة الجن
|
72
|
28
|
41
|
سورة يس
|
36
|
83
|
42
|
سورة الفرقان
|
25
|
77
|
43
|
سورة فاطر
|
35
|
45
|
44
|
سورة مريم
|
19
|
98
|
45
|
سورة طه
|
20
|
135
|
46
|
سورة الواقعة
|
56
|
96
|
47
|
سورة الشعراء
|
26
|
227
|
48
|
سورة النمل
|
27
|
93
|
49
|
سورة القصص
|
28
|
88
|
50
|
سورة الاسراء
|
17
|
111
|
51
|
سورة يونس
|
10
|
109
|
52
|
سورة هود
|
11
|
123
|
53
|
سورة يوسف
|
12
|
111
|
54
|
سورة الحجر
|
15
|
99
|
55
|
سورة الأنعام
|
6
|
165
|
56
|
سورة الصافات
|
37
|
182
|
57
|
سورة لقمان
|
31
|
34
|
58
|
سورة سبأ
|
34
|
54
|
59
|
سورة الزمر
|
39
|
75
|
60
|
سورة المؤمن
|
40
|
85
|
61
|
سورة فصلت
|
41
|
54
|
62
|
سورة الشورى
|
42
|
53
|
63
|
سورة الزخرف
|
43
|
89
|
64
|
سورة الدخان
|
44
|
59
|
65
|
سورة الجاثية
|
45
|
37
|
66
|
سورة الأحقاف
|
46
|
35
|
67
|
سورة الذاريات
|
51
|
60
|
68
|
سورة الغاشية
|
88
|
26
|
69
|
سورة الكهف
|
18
|
110
|
70
|
سورة النحل
|
16
|
128
|
71
|
سورة نوح
|
71
|
28
|
72
|
سورة ابراهيم
|
14
|
52
|
73
|
سورة الأنبياء
|
21
|
112
|
74
|
سورة المؤمنين
|
23
|
118
|
75
|
سورة السجدة
|
32
|
30
|
76
|
سورة الطور
|
52
|
49
|
77
|
سورة الملك
|
67
|
30
|
78
|
سورة الحاقة
|
69
|
52
|
79
|
سورة المعارج
|
70
|
44
|
80
|
سورة النبأ
|
78
|
40
|
81
|
سورة النازعات
|
79
|
46
|
82
|
سورة الانفطار
|
82
|
19
|
83
|
سورة الانشقاق
|
84
|
25
|
84
|
سورة الروم
|
30
|
60
|
85
|
سورة العنكبوت
|
29
|
69
|
86
|
سورة المطففين
|
83
|
36
|
87
|
سورة البقرة
|
2
|
286
|
88
|
سورة الأنفال
|
8
|
75
|
89
|
سورة آل عمران
|
3
|
200
|
90
|
سورة الأحزاب
|
33
|
73
|
91
|
سورة الممتحنة
|
60
|
13
|
92
|
سورة النساء
|
4
|
176
|
93
|
سورة الزلزلة
|
99
|
8
|
94
|
سورة الحديد
|
57
|
29
|
95
|
سورة محمد
|
47
|
38
|
96
|
سورة الرّعد
|
13
|
43
|
97
|
سورة الرّحمن
|
55
|
78
|
98
|
سورة الإنسان
|
76
|
31
|
99
|
سورة الطّلاق
|
65
|
12
|
100
|
سورة البينة
|
98
|
8
|
101
|
سورة الحشر
|
59
|
24
|
102
|
سورة النّور
|
24
|
64
|
103
|
سورة الحج
|
22
|
78
|
104
|
سورة المنافقين
|
63
|
11
|
105
|
سورة المجادلة
|
58
|
22
|
106
|
سورة الحجرات
|
49
|
18
|
107
|
سورة التحريم
|
66
|
12
|
108
|
سورة التغابن
|
64
|
18
|
109
|
سورة الصّف
|
61
|
14
|
110
|
سورة الجمعة
|
62
|
11
|
111
|
سورة الفتح
|
48
|
29
|
112
|
سورة المائدة
|
5
|
120
|
113
|
سورة التوبة
|
9
|
129
|
114
|
سورة النّصر
|
110
|
3
|
من تفسير
القرآن العظيم : بيان المعاني على مسب ترتيب النزول
تأليف: السيد عبد القادر ملّا حويش آل غازي
العاني
1382 هـ- 1962 م مطبعة الترقي
Langganan:
Postingan (Atom)







