Rabu, 12 September 2018

Hari ke-7 Tantangan Komunikasi Produktif

Hari ke-7


Hari Rabu Rasa Senin, karena Setelah Selang Hari Libur. itu rasanya Sesuatu.

hari ini pengalaman teh taza di suntik dipteri ke 2.
"umi teteh hari ini disuntik", ucapnya.
"ok, hari ini umi ngajarnya izin dulu mau nemenin teteh disuntik ya"
 "asyiiiiik, ye ye ye (sangat gembira karena biasanya emaknya ngajar, teh taza sama wawanya)"
 "teteh mah waktu tk disuntiknya ga nangis ya umi?,"
"iya ,alhamdulillah teteh hebat, disuntik sekarang juga ga nangiskan?"
"ga atuh umi, da ga sakit😁 (bicaranya sambil berusaha membuktikan keberaniannya ke saya😂)"
 "iya ga sakit ko, kaya digigit semut ja itupun sebentar"
dan tiba waktunys disuntik,

 "taraaaa...."


walau cemberuuut...

'alhamdulillah taza ga nangis.
"umi teteh hebatkan ga nangis'
memang kalau saya termasuk ibu yang jarang ngasih pujian. "iya teteh hari ini hebat dan berani, ucapku sambil melihat bekas suntikannya😊

Alhamdulilah, sekian cerita untuk hari ini.

By Hana Nurul Paujiah

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Selasa, 11 September 2018

hari ke 6😍 Komunikasi Produktif

Komunikasi Produktif

hari ke 6😍
"umi fathan mau pipis, ganti pampernya sama teteh Ya"
"mmmh...anterin ke kamar mandinya juga ceboknya sama teteh ya??" pertanyaan nya terus beruntun sambil mencoba merayu adiknya agar mau di anter pipis.

saya termasuk ibu yang susah ngasih kepercayaan karena kehawatiran yang luar biasa.
"oh teteh mau anterin fathan ke kamar mandi, iya boleh, tapi hati hati ya,"
"sama umi dilihatin boleh??? umi mau lihat teteh udah bisa atau ga ajarin fathan untuk ceboknya"
"iya umi boleh boleh" dengan rasa senang dia menjawab karena baru kali ini saya bolehin dia ngajarin adiknya.


alhamdulillah, dengan saya memberikan kepercayaan pada teh taza, itu membuat rasa percaya diri taza sedikit muncul.

By Hana Nurul Paujiah

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Senin, 10 September 2018

Tantangan Hari ke-5

Komunikasi Produktif


"Sudah senin...lagi"
Itu lah dalam hati berbisik.
hari dimana seolah hari paling males buat beraktifitas😂
pengennya jadi macan ternak (mamah cantik antar anak)😁,

Soalnya kalau hari senin saya harus pergi lebih pagi, jd teh Taza di antar sama abi nya😊.

cerita kali ini karena hari yang serba harus cepat cepat, kadang saya selalu emosi kalau teh taza suka susah disuruh sarapan.



"teh taza, udah makan???"tanya saya dengan nada ramah.
"teteh mah ga sarapan ya mi???"
"oh gtu, kalau ga sarapan nanti belajarnya bisa konsen g??"tanya saya lagi.
pertanyaan pun disambut pertanyaan.

"umi nanti teteh jajan ya sebelum masuk kelas Ya?
"boleh, tapi boleh ga kalau umi minta teteh nya sarapan dulu??" (belajar menahan emosi).
"iya umi" (walau  bibirnya menggunung cemberut).
sebetulnya kalau lihat teh taza cemberut, emosi saya suka memuncak 😁 kali ini betul betul belajar menahan Kesabaran.


ya, betul sabar. kita selalu ingin anak seperti robot tinggal pijit atau tekan langsung jalan. malah ketika anak tidak langsung melaksanakan. apa yang kita perintah. kita selalu menganggapnya adalah sebuah "pembangkangan" dalam tanda petik.
akhirnya emosi memuncak. amarah mendaki tinggi dan imbasnya anak kena marah. tidak jarang hal sepele tapi karena emosi membutakan, akhirnya anak jadi korban.

By Hana Nurul Paujiah
#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang


#institutibuprofesional

Minggu, 09 September 2018

TANTANGAN HARI KE-4 KOMUNIKASI PRODUKTIF

KOMUNIKASI PRODUKTIF


Ahad ceria😍
"umi teteh hari ini libur ya??" Tanya teh taza sambil terlihat senang.
"teh sudah sholat shubuh???" tanya saya karena taza bangun langsung beranjak keluar kamar😊.
"iya umi, teteh ini mau wudlu"

Setelah beres sholat, teh taza bergegas mengambil tas nya, dan dia mengeluarkan buku paket.

"umi ini dikasih buku lagi sama bu guru, teteh mau baca ya?, "

"oh dikasih buku baru ya?"tanyaku. sebelum memulai membaca, saya kasih dulu wejangan😂 krn dalam kerapihan buku atau perlengkapan sekolah teh taza memang punya kebiasaan menyimpan dmna saja, masih belajar menyimpan pada tempatnya.
kali ini saya belajar melihat kemasa depan tidak ke masa lalu.
"teh biar buku paket yang baru nya ga rusak kaya buku yang pertama, umi kasih tau ya caranya😁."
"teteh buka bukunya jangan terlalu ditekan jadi ga sobek." sambil memberi contoh
"iya umi, nanti teteh pelan pelan."

setelah beres Baca, tidak lama Abahnya (ayah mertua) datang mengajak Olahraga Ke Lapang. rutinitas hari Minggu.

kebetulan hari ini tidak banyak bercakap-cajap sama teh Taza. Harus pindahan ke Rumah Kontrakan yang baru. karena kontrakan yang lama sudah harus dikosongkan.

By Hana Nurul Paujiah
#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

 

Sabtu, 08 September 2018

Hari ke 3 Komunikasi Produktif

Komunikasi produktif.

Dikarenakan hari ini hari sabtu, kebetulan saya lbur ngajar, dan kbetulan semalam saya lagi sakit jadi teh taza mainnya sama abi nya😍

pagi ini seperti biasa teh taza harus berangkat sekolah.
" teh bangun, udah siang, teteh sekolah kan hari ini?"
"Iya mi (bicara tapi tak beranjak bangun)."
"umi nya masih ga enak badan teh, teteh mandinya ga ditemenin ya, umi udah bikin air panas buat mandinya" ucap saya sambil kembali tiduran(krn kondisi yang tak memungkinkan untuk beraktivitas).

"iya umi" sambil melemparkan bantal ke sisi kasurnya.
"knapa dilempar teh???tanya saya padanya. "ga teteh mah"
 "teteh mau mandinya pake air dingin atau hangat???" saya mencoba memberikan pilihan kepada dia, biar cemberutnya ilang).
"mau pake air anget ja mi soalnya dingin" ucapnya sambil bergegas ke kamar mandi. mungkin karena saya lagi sakit, kbetulan cicantik.
(biasanya kalau saya nyuruh mandi pasti selalu dihiasi dengan amarah😁karena taza memang suka susah kalau disuruh mandi pagi). tapi kali ini saya belajar menahan emosi dan memberikan pilihan pada anak agar dia mau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.
setelah beberapa saat selesai mandi. saya mencoba memeberikan pujian. "alhamdulillah teh taza mandinya hebat ya, kelihatan bersinya😁"( mencoba menghibur,


mudah mudahan bisa jadi motivasi agar teh taza kalau disuruh mandi ga susah lagi)

By Hana Nurul Paujiah
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Jumat, 07 September 2018

Tantangan hari ke 2 di komunikasi produktif😍

KOMUNIKASI PRODUKTIF

ok, ketemu lagi ni sama saya di tantangan kelas bunda sayang level 1.

pada hari ke 2 ini saya akan belajar bagaimana saya bisa mengungkapkan keinginan saya terhadap anak gadis saya.

Tepatnya bada ashar saya pulang dari rutinitas saya sehari hari yaitu sebagai pengajar (biasanya pulang jam 12, krn ada keperluan jd pulangnya agak sore).
"umiiiiiiiii!!!" teriakan c gadis sholehah ketika saya tiba drumah neneknya,
"eh teteh" ucap saya.
"umi tadi teteh pulangnya langsung ke rumah afi (kakak sepupunya)" lanjutnya sambil melihat-lihat tas yang di tengteng.
"soalnya nenek nya lagi sakit jd teteh takut ganggu nenek, "ucap si gadis sholehahku!!!oh iya gpp hebat ya teteh ngerti" ucap saya sambil memeberikan senyuman kepadanya.
"ada pr ga disekolah???" tanya saya.
"ada mi, tp dikerjainnya nanti bareng umi ja"
"ok" jawab saya semangat, krn itu bisa jd bahan narasi saya untuk tugas di hari ke 2😁.



tiba waktunya saya menemani taza mengerjakan pr.
" teh pr nya yang mna coba keluarin bukunya"
"pr nya ada 2 umi, yang satu dngnya lagi buku elok"
"kita kerjakan dulu yang buku paket ya teh, coba buka halaman yang mna"
"ini mi yg mewarnai bentuk lingkaran. "
"ok kita baca dulu ya, karena umi ingin teteh baca nya makin lancar"ucap saya sambil mengajarkan taza membaca pertanyaan-pertanyaan yang ada dibuku pr nya.

"ok, jadi tugasnya teteh mewarnai huruf yang tadi tteh sebutkan ya!" (sambil saya melihat taza mengerjakan pr saya ajak taza bicara).
"ih kalau mewarnai nya keluar garis bagus ga teh??tanya saya padanya.
" ga mi😂"jawab si gadis sambil nyengir krn kebetulan dia mewarnainya keluar garis. "kalau yg ke 2 teteh mewarnainya ga bakalan keluar garis ya mi."
"ok alhamdulillah teteh mau memperbaiki kesalahan teteh"
setelah beberapa saat selesai mengerjakan pr yang di buku paket lanjut ke buku elok.
"umi ini teteh udah ngerjain tapi baru 3baris, tapi bener kan mi gini nulisnya??"
tanya si gadis.

"iya tuh alhamdulillah tth bisa nulis rapi😊."
Sebetulnya kalau saya nemenin taza ngerjain pr pasti bawaannya ga sabaran
dan selalu keluar nada yang tak enak di dengar😁malum emaknya agak pemarah. tapi di komunikasi produktif ini saya sedikit sedikit belajar, bukan tentang berkomunikasi saja, melainkan tentang kesabaran dalam menemani buah hati.
sekian cerita saya yang singkat ini, mudah mudah saya mampu istiqomah dalam mengaplikasikannya di dalam keseharian.


By Hana Nurul Paujiah
#hari2
#gamelevel2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Kamis, 06 September 2018

Tantangan Bunsay level 1

KOMUNIKASI PRODUKTIF


Hari pertama di komunikasi produktif😍

Dalam tantangan ini saya memilih seorang partner yaitu anak saya yang pertama, karena selama ini saya merasa terlalu otoriter dalam mendidiknya, sehingga si anakpun cenderung tidak mau mendengarkan apa yang saya perintahkan😐

Jadi kesempatan ini saya akan mulai belajar untuk bisa memperbaiki cara berkomunikasi saya terhadap anak.

Ok, kita akan mulai menjalankan tantangan di hari pertama, dengan memulai membuat jadwal untuk berkomunikasi. Saya dan si sulung sudah sepakat untuk menemani belajar atau mengerjakan PR sekolah pada jam setengah 7 tepatnya bada magrib.

"Teh ada pr ga???" tanya umi,
"Ada mi tapi udah dikerjain tadi pulang sekolah sama alfi (kaka sepupunya yang kebetulan satu kelas)"

karena, setiap hari ada rutinitas yaitu harus mengajar. jadi Taza pulang sekolah dijemput wawa nya☺(Kaka sepupu Suami).

"Oh, udah ya!!, alhamdulillah teteh rajin ya karena mau ngerjain PR  tanpa ditemenin umi sama abi"

"iya mi soalnya kalau malem teteh nya gak kuat ngantuk" jawab Taza

"Iya gapapa tapi sebelum tidur teteh mau kan baca iqro dulu" mencoba memberi tawaran, kalau biasanya sih menggunakan kata perintah.

"??emm iya atuh ( sambil bibir cemberut krn mungkin dia sudah ngantuk)"
"Kenapa cemberut??" Diteruskan mencoba perhatian "taza ga mau baca???"
"kalau ga mau ga papa umi ga maksa" mencoba menahan ekspresi, karena biasanya ekspresi saya judes😃).
"Ya, Teteh mau baca" sedikit cemberut
"Yu, kita mulai ya!" Mencoba memulai
" baca bismillah dulu"

Dengn meneruskan, sekarang mencoba mengungkapkan perasan
"Umi seneng kalau teh taza mau baca iqro setiap hari, jdi nanti bisa cepet bisa baca alqurannya☺." Sambil mengelus
"Iya umi tth nanti baca iqronya setiap hari ya☺"

"Yess," gumam dihati senang😇😚
Walaupun ceritanya singkat, di sini saya belajar untuk selalu bisa menahan emosi ketika anak anak belum bisa nurut dengan perintah kita😍
Tunggu kelanjutan dari komunikasi saya dengan sisulung ya😁


By Hana Nurul Paujiah
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Rabu, 01 Oktober 2014

MUNAFIK dan AIR

وَمِنَ النَّاسِ 

مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ

 وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ

 وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ



8. di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS Albaqoroh Ayat 8)

Tentu ada sifat dan fenomena yang dapat menjadikan kita cerminnan.
Dikala sang munafik mukanya selentur lidahnya. dia dapat menyerupai apapun dan siapapun dengan percaya diri, tanpa ada keraguan ia akan menipudaya yang ada dihadapanya, menyerupai dan mengakui bahwa itulah dirinya. disaat ia berada dan berhadapan dengan siapa saja ia tanpa ragu berdusta apa ia katakan. dan siap mengumbar janji supaya orang lain percaya dan termakan oleh tipu daya nya. dan dasar munafik setiap kepercayaan yang kita berikan dengan mudahnya ia khianati.
sifat dan karakternya ia puji bahwa dirinya bak air, luwes  bisa dan gampang bergaul beradaftasi dengan oranglain, dan dapat diterima dimana saja. sayang semuanya dengan tipu muslihat. bersama orang Muslim ia berkata aku muslim, berbeda saat mereka kembali kepada kelompoknya.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

14. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok."


coba kita bandingkan dengan Sifat Air

Air  di anugerahkan sifatnya oleh sang pencipta dengan mampu menempati segala ruang hingga ia dapat menyerupai dimana saja ia di tempatkan. Berada didalam botol gelas ia pun tanpa ragu untuk menyerupai dan beradaftasi dengan begitu maximal menempati semu ruang hingga bentuknya seperti gelas dan botol, namun satu bedanya air tidak pernah menyebutkan bahwa dirinya gelas atau botol. ia tetap berteriak dan bangga dirinya adalah Air yang ada dalam gelas dan botol. bukan air bukan botol.
Kontras berbeda dengan sifat munafik ia akan menyebut dirinya botol atau gelas atau disemua tempat yang ia tempati. Ia akan menyebut dirinya saya botol dikala berada dibotol.

maka tidak harus mengaku dan menjadi orang Inggris kalau ingin bisa bahasa dan budaya Inggris. ingin mengetahui kehidupan hewan tidak harus menjadi hewan.

mari kita bercermin, pada air ingin bisa apapun harus tapi tetap harus tau siapa diri kita dan jadilah diri sendiri, dan diri itu sendirilah yang menjadi batas kadar ukur jikalau kita sudah keluar batas, betul sekali kita harus bisa beradaftasi dimana saja kita di tempatkan.
kalau nasihat ayah saya dalam bekerja "dimana kita ditempatkan disitu kita bisa mengerjakan",

tetap banggalah dan kuatkan dalam hati dan ucapkan ana muslim Qabla kuli syaiin. ini filter kita sebagai muslim. walahu a'lam bisshawab. rana





Sabtu, 26 Juli 2014

Tutup Telinga

Ada dua orang Allah tutup telinganya
1. karena Allah benci
2. karena Allah Cinta



لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ (12)
QS AL HAQAH
12
agar kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.





وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (179)
QS AL A’RAF
179
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.



وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7)
QS LUKMAN
7
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan adzab yang pedih.





وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا (7)
QS NUH
7
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.





أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ (19)
QS ALBAQARAH
19
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.





Mereka berkata


وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ (5)
QS FUSHILAT
5
Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".





أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ (195)
QS AL A’RAF
195
Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan) ku, tanpa memberi tangguh (kepada ku).





وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا (57)
QS ALKAHFI
57
Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendati pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya,





وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ (25)
QS AL AN’AM
25
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu".








وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا (46)
QS AL ISRA
46
dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.





أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (46)
QS ALHAJJ
46
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.





وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (44)
QS FUSHILAT
44
Dan jika Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".





ذَلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْ (3)
QS MUHAMMAD
3
Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.





BERBEDA DENGAN AYAT INI


إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)
QS ALKAHFI
10
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".






فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا (11)
QS ALKAHFI
11
Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,





وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا (14)
QS ALKAHFI
14
dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".






قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ (71)
Qs QOSOS
71
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?"


by Rana Setiana


URUTAN TURUN SURAT

DAFTAR NAMA SURAT DARI SEGI URUTAN PERISTIWA TURUNNYA

URUTAN TURUN
SURAT
URUTAN MUSHAF
AYAT
1
سورة العلق
96
19
2
سورة القلم
68
52
3
سورة المزمل
73
20
4
سورة المدّثر
74
56
5
سورة الفاتحة
1
7
6
سورة المسد
111
5
7
سورة التكوير
81
29
8
سورة الأعلى
87
19
9
سورة الليل
92
21
10
سورة الفجر
89
30
11
سورة الضحى
93
11
12
سورة الانشراح
94
8
13
سورة العصر
103
3
14
سورة العاديات
100
11
15
سورة الكوثر
108
3
16
سورة التكاثر
102
8
17
سورة الماعون
107
7
18
سورة الكافرون
109
6
19
سورة الفيل
105
5
20
سورة الفلق
113
5
21
سورة الناس
114
6
22
سورة الإخلاص
112
4
23
سورة والنجم
53
62
24
سورة عبس
80
42
25
سورة القدر
97
5
26
سورة والشمس
91
15
27
سورة البروج
85
22
28
سورة التين
95
8
29
سورة قريش
106
4
30
سورة القارعة
101
11
31
سورة القيامة
75
40
32
سورة الهمزة
104
9
33
سورة المرسلات
77
50
34
سورة ق
50
45
35
سورة البلد
90
20
36
سورة الطارق
86
17
37
سورة القمر
54
55
38
سورة ص
38
88
39
سورة الأعراف
7
206
40
سورة الجن
72
28
41
سورة يس
36
83
42
سورة الفرقان
25
77
43
سورة فاطر
35
45
44
سورة مريم
19
98
45
سورة طه
20
135
46
سورة الواقعة
56
96
47
سورة الشعراء
26
227
48
سورة النمل
27
93
49
سورة القصص
28
88
50
سورة الاسراء
17
111
51
سورة يونس
10
109
52
سورة هود
11
123
53
سورة يوسف
12
111
54
سورة الحجر
15
99
55
سورة الأنعام
6
165
56
سورة الصافات
37
182
57
سورة لقمان
31
34
58
سورة سبأ
34
54
59
سورة الزمر
39
75
60
سورة المؤمن
40
85
61
سورة فصلت
41
54
62
سورة الشورى
42
53
63
سورة الزخرف
43
89
64
سورة الدخان
44
59
65
سورة الجاثية
45
37
66
سورة الأحقاف
46
35
67
سورة الذاريات
51
60
68
سورة الغاشية
88
26
69
سورة الكهف
18
110
70
سورة النحل
16
128
71
سورة نوح
71
28
72
سورة ابراهيم
14
52
73
سورة الأنبياء
21
112
74
سورة المؤمنين
23
118
75
سورة السجدة
32
30
76
سورة الطور
52
49
77
سورة الملك
67
30
78
سورة الحاقة
69
52
79
سورة المعارج
70
44
80
سورة النبأ
78
40
81
سورة النازعات
79
46
82
سورة الانفطار
82
19
83
سورة الانشقاق
84
25
84
سورة الروم
30
60
85
سورة العنكبوت
29
69
86
سورة المطففين
83
36
87
سورة البقرة
2
286
88
سورة الأنفال
8
75
89
سورة آل عمران
3
200
90
سورة الأحزاب
33
73
91
سورة الممتحنة
60
13
92
سورة النساء
4
176
93
سورة الزلزلة
99
8
94
سورة الحديد
57
29
95
سورة محمد
47
38
96
سورة الرّعد
13
43
97
سورة الرّحمن
55
78
98
سورة الإنسان
76
31
99
سورة الطّلاق
65
12
100
سورة البينة
98
8
101
سورة الحشر
59
24
102
سورة النّور
24
64
103
سورة الحج
22
78
104
سورة المنافقين
63
11
105
سورة المجادلة
58
22
106
سورة الحجرات
49
18
107
سورة التحريم
66
12
108
سورة التغابن
64
18
109
سورة الصّف
61
14
110
سورة الجمعة
62
11
111
سورة الفتح
48
29
112
سورة المائدة
5
120
113
سورة التوبة
9
129
114
سورة النّصر
110
3
من تفسير القرآن العظيم  : بيان المعاني على مسب ترتيب النزول
 تأليف: السيد عبد القادر ملّا حويش آل غازي العاني
 1382 هـ- 1962 م مطبعة الترقي